Senjata Tradisional Aceh, Warisan Budaya Bangsa

Lama baca: 3 menit

Sejarah senjata tradisional Aceh tak bisa dilepaskan dari peran kerajaan-kerajaan Aceh yang pernah berjaya di masa lalu. Dahulu sekitar abad ke-12 M telah berjaya Kesultanan Aceh yang memiliki kekuatan yang tangguh beserta kebudayaan-kebudayaan yang dimilikinya.

Pada awalnya senjata tradisional Aceh sering digunakan untuk berburu atau untuk mempertahankan diri dari serangan binatang buas. Namun dalam perkembangannya, senjata tradisional ini digunakan untuk berperang melawan penjajah, yakni Portugis dan Belanda.

Beberapa jenis senjata tradisional Aceh yang memiliki hubungan erat dengan sejarah Kesultanan Aceh adalah Rencong dan Peudeung.

Dulu, Rencong sering digunakan pada masa pemerintahan Sultan Ali Mughayat Syah, Sultan Pertama Aceh sebagai senjata untuk menikam lawan.

Sedangkan Peudeung difungsikan sebagai senjata untuk mencincang atau mentetak lawan.

Keduanya menjadi identitas kebudayaan yang melekat sejak abad ke-12 M. Pembuatan senjata tradisional Aceh juga tidak terlepas dari beberapa kebudayaan lain yang muncul yang menjadi inspirasi bagi masyarakat Aceh.

Desain dari beberapa Rencong dan Peudeung juga terinspirasi dari senjata-senjata yang digunakan oleh Kesultanan Turki dan Kerajaan-kerajaan Islam lainnya. Selain itu, desain pedang juga dipadukan dengan desain khas Nusantara yang memiliki unsur Melayu yang kuat, sehingga menampilkan identitas Indonesia yang begitu melekat.

Rencong

Sebagai senjata yang telah dipakai sejak zaman dulu oleh Kesultanan Aceh, Rencong memiliki karakteristik yang unik. Senjata Rencong memiliki ukuran yang kecil dengan bilah pisau yang tajam, sehingga praktis untuk difungsikan.

rencong (romadecade)
meukuree (romadecade)

Rencong milik Sultan dan Keluarga Bangsawan biasanya dibuat dari bahan emas dengan sarungnya dari gading. Sedangkan rencong untuk masyarakat umum dibuat dari bahan kuningan atau besi berwarna putih dengan sarungnya dibuat dari kayu.

Senjata yang termasuk rencong antara lain:

  1. Meupucok
  2. Meucugek
  3. Meukuree
  4. Pudoi
  5. Siwah

Masing-masing memiliki ciri yang membedakan satu sama lain.

Peudeung

Peudeung merupakan senjata tradisional Aceh yang memiliki bentuk yang menyerupai pedang. Istilah Peudeung sendiri merupakan nama lain dari pedang dengan corak khas budaya Aceh.

peudeung tumpang jingki (romadecade)
peudeung ulee tapak guda (romadecade)

Senjata ini sering difungsikan sebagai senjata untuk menyerang, karena memiliki bilah baja yang tajam dan kuat. Peudeung sangat efektif untuk mencincang, menebas tubuh lawan, dan sebagai senjata untuk mengalihkan perhatian lawan.

Senjata yang termasuk Peudeung antara lain:

  1. Peudeung Tumpang Jingki
  2. Peudeung Ulee Meu-Apet
  3. Peudeung Ulee Tapak Guda

Itulah sejarah dan jenis-jenis senjata tradisional Aceh yang dapat dipelajari. Munculnya senjata tradisional Aceh tidak terlepas dari masa kejayaan Kesultanan Aceh di masa lalu. Terdapat berbagai macam senjata tradisional Aceh yang sampai saat ini masih tetap lestari.

Senjata-senjata tersebut memiliki corak Melayu, Nusantara, dan Aceh yang begitu melekat sehingga menjadi salah satu warisan kebudayaan Indonesia yang harus tetap dijaga.

Dikutip dari: Romadecade.org