“Mijil”, Tembang Macapat yang Sarat Kearifan Lokal

Lama baca: 2 menit

Hidup yang sesungguhnya merupakan harta paling berharga untuk  menjalani titah-Nya, yaitu memahami orang lain dan memahami diri sendiri (sopo siro, sopo ingsun). Dengan demikian akan mereduksi gesekan sosial, bahkan sangat mungkin kedamaian tercipta optimal.

Hal itu bisa dicapai dimulai dari masing-masing individu yang memiliki karakter kuat sebagai pilar bersosialisasi dan berspiritual.

Manusia atau seseorang bisa memiliki karakter kuat bukan merupakan ‘tiban’, tapi melalui proses pendidikan yang panjang diawali sejak usia dini. Tembang Macapat, salah satu sarana yang dapat dijadikan pilar tersebut.

Mengapa Tembang Macapat? Karena Tembang Macapat merupakan puisi tradisional Jawa yang sarat berisi pendidikan moral berakar pada kearifan lokal.

Di luar Suku Jawa, juga ada yang memilikinya tapi namanya berbeda. Antara lain Bali, Sasak, Sunda, Madura, Palembang, dan Banjarmasin.

Tembang Macapat merupakan puisi yang ditembangkan dengan keindahan ritme syahdu yang mengandung ajaran keluhuran budi, paparan perjalanan hidup manusia sejak lahir hingga meninggal. Jenisnya tembang cilik dan tembang tengahan.

Salah satunya adalah “Mijil”.

“Mijil” yang Sarat Makna

“Mijil” bisa dikatakan sebagai sebuah ilustrasi proses kelahiran manusia, dimana telah jelas jenis kelaminnya.  Mijil bisa diartikan sudah lahir atau keluar. Isinya berupa nasihat untuk menjadi orang yang baik.        

“Dedalane guna lawan sekti
(Tentang jalan menuju mulia)

kudu andhap asor_
(Harus sopan dan rendah hati)

Wani ngalah dhuwur wekasane
(Berani mengalah untuk menang)

Tumungkula yen dipun dukani
(Menunduklah jika dimarahi)

bapang den simpangi
(Menghindari hal-hal yang bersifat hura-hura)

ana catur mungkur
(Dan menghindari pergunjingan)”

Tembang “Mijil” yang kami sajikan di bawah ini dibawakan oleh Anastasia Rini Pujowati dan merupakan bagian dari pentas Drama Musikal Wasiat Ratu Ageng Tegalrejo karya Naning Pranoto, Didien Pradoto, Ryan Mintaraga, dan J. Sarmidan.

Selamat menyaksikan!

Sumber:

  1. https://blogkulo.com/tembang-macapat-jawa/
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Macapat
  3. http://kampoengilmu.com/tembang-macapat/