Waspada Leptospirosis Akibat Tikus

Lama baca: 2 menit

Saat dunia masih berjuang melawan wabah COVID-19 , China saat ini sedang dihantui infeksi hantavirus yang dipercaya berasal dari tikus, terutama urine dan liur, juga bangkainya. Satu orang dikabarkan tewas terserang hantavirus dalam sebuah bus sewaan di Yunnan, China. Seluruh penumpang bus pun diharuskan menjalani pemeriksaan.

Bicara tikus, salah satu penyakit yang berasal dari hewan pengerat tersebut dan wajib diwaspadai adalah leptospirosis.

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira, yang dapat ditularkan melalui kencing tikus salah satunya, ditularkan melalui banjir. Karena itu leptospirosis dikenal juga dengan nama ‘penyakit kencing tikus’.

ilustrasi: 99blog

Penularan

Leptospirosis masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir, mata, hidung, kulit yang terluka (terbuka), dan makanan.

Tanda & Gejala Leptospirosis

Mengigil, batuk, diare, sakit kepala tiba – tiba, demam tinggi, nyeri otot terutama penekanan pada betisnya, hilang nafsu makan, mata merah hingga kuning, dan kulit menjadi kuning.

Komplikasi

Serangan bakteri leptospira pada tubuh dalam tingkat berat bisa mengakibatkan tubuh mengalami gangguan antara lain:

  • Meningitis (radang selaput otak)
  • Gagal ginjal
  • Kerusakan hati
  • Perdarahan paru
  • Peradangan otot jantung

Cara Pencegahan

  1. Berperilaku hidup bersih dan sehat dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
  2. Menyimpan makanan dan minuman dengan baik agar terhindar dari tikus.
  3. Mencuci tangan dan kaki serta bagian tubuh lainnya setelah melakukan aktivitas fisik di sawah, kebun, selokan, sampah, maupun dek rumah.
  4. Memakai sepatu dari karet berukuran tinggi dan sarung tangan karet bagi kelompok pekerja yang beresiko tinggi seperti pemotong daging, kondisi rawan banjir, petugas kebersihan, dsb.
  5. Membasmi tikus di lingkungan rumah dan pekerjaan, khususnya di bagian yang dicurigai terkena kencing tikus.

Terapi:

  1. Minum obat antibiotik dari dokter.
  2. Konsumsi obat sesuai gejala.
  3. Istirahat dan makan yang cukup.