Perut Kembung Setelah Minum Soda? Foto: Pexels

Kembung Setelah Minum Soda? Ini Penjelasannya

Lama baca: 3 menit

Siapa yang tak mengenal minuman bersoda, minuman ringan yang berbuih dengan rasa yang khas.  Berbagai mitos pun menyertai minuman ringan ini antara lain bisa menyebabkan keropos tulang, menyebabkan gangguan pencernaan, merusak gigi, dan yang paling sering dipercaya banyak orang adalah minuman bersoda ini bisa digunakan untuk membersihkan toilet dan merontokkan karat.

Benarkah demikian?

Dalam program “Tanya Doc Dons”, dr. Donny M. Shalahuddin menjelaskan berbagai hal seputar minuman bersoda.

“Yang pertama, istilah minuman berkarbonasi lebih tepat digunakan ketimbang minuman bersoda,” tegas dr. Donny.

Dalam prosesnya, minuman berkarbonasi adalah air yang diberi CO2 (karbon dioksida) lalu dipampatkan.  Proses tersebut dinamakan ‘karbonasi’.

 “Saat (minuman) dibuka, gas karbon itu keluar sehingga menimbulkan buih seperti soda pada umumnya,” terang dr. Donny.  “Karena buih itulah, orang lalu menyamakan minuman berkarbonasi dengan soda.”

Minuman Berkarbonasi Bisa Merontokkan Karat dan Membersihkan Toilet?

Karena menghasilkan buih seperti soda, minuman berkarbonasi dipercaya bisa membersihkan toilet dan merontokkan karat.

Hal itu dibantah oleh dr. Donny.

“Yang bisa membersihkan toilet dan merontokkan karat adalah zat CaOH2 (Calcium Hydroxide) atau yang di masyarakat disebut soda api,” terangnya.  “Senyawa ini (soda api) kalau mengenai kulit akan terasa panas.”

Minuman Berkarbonasi Merusak Gigi dan Menyebabkan Keropos Tulang?

Minuman berkarbonasi rata-rata memiliki rasa yang agak asam dengan kadar pH rendah.  Rasa asam itulah yang kemudian dijadikan anggapan bahwa minuman berkarbonasi bisa merusak gigi.

Menurut dr. Donny, untuk merusak enamel gigi tidak cukup hanya dengan minum minuman berkarbonasi.  Untuk merusak gigi diperlukan beberapa unsur asam lain yang dikonsumsi bersamaan setiap hari dalam waktu lama hingga bertahun-tahun.

ilustrasi: pexels

Terkait anggapan bahwa minuman berkarbonasi bisa menyebabkan keropos tulang, hal itu mengacu pada hasil sebuah penelitian di Amerika Serikat.  Penelitian itu menjelaskan bahwa banyak remaja di negara tersebut mengalami keropos tulang akibat konsumsi minuman berkarbonasi.

Hal ini dijelaskan secara gamblang oleh dr. Donny.

“Ternyata bukan efek dari minuman berkarbonasi yang menyebabkan pengeroposan tulang.  Itu karena tren dimana banyak remaja putri di Amerika Serikat mengganti minuman susu dengan minuman berkarbonasi sehingga asupan kalsium yang diterima tubuh menjadi kurang.”

Karena kekurangan kalsium itulah, lanjut dr. Donny, terjadi pengeroposan tulang.

Kembung Setelah Minum Minuman Berkarbonasi?  Ini Penjelasannya

Beberapa orang dilaporkan mengalami gangguan pencernaan beberapa menit setelah minum minuman berkarbonasi.  Gangguan itu diantaranya berupa kembung dan mulas.

“Hal itu disebabkan gas karbonat yang terlepas (dari minuman) akan memenuhi lambung,” terang dr. Donny.

Karena penuh gas itulah, asam lambung akan naik dan membuat kondisi lambung jadi tidak nyaman.  Namun menurut dr. Donny, hal itu hanya terjadi pada orang-orang tertentu.

Karena itu dr. Donny menyarankan bagi penderita maag untuk tidak banyak minum minuman berkarbonasi. (EH)