Musim Hujan, Hati-hati Demam Berdarah Dengue DBD

Musim hujan yang menyelimuti wilayah Indonesia menyebabkan terjadinya genangan air, termasuk di bak-bak penampungan maupun selokan yang terbuka. Genangan tersebut rawan menyebabkan timbulnya penyakit, terutama Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dalam artikelnya, dr. Donny M. Shalahuddin menulis bahwa Dengue adalah penyakit yang terjadi akibat infeksi virus yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti dengan karakteristik sebagai berikut:

  • Penularan diakibatkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus betina yang telah berumur 10 hari.
  • Nyamuk bersarang di genangan air tawar, kolam, selokan, bejana, drum penampung air, bak air mandi, dsb.
  • Nyamuk umumnya terbang pada jarak 100 meter, tetapi kalau perlu mencapai jarak 2 KM.
  • Jumlah penderita cenderung meningkat pada musim hujan.

Gejala Dengue

Demam Dengue (DD)

  • Demam mendadak, berlanjut beberapa hari, dengan kurva suhu seperti pelana kuda dimana suhu tinggi, sempat turun, kemudian tinggi lagi.
  • Nyeri tenggorokan, mual, muntah, batuk ringan.
  • Nyeri sekitar mata dan fotofobi atau mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya.
  • Nyeri pada otot, sendi, dan mata merah
  • Ruam pada kulit
  • Leukosit darah turun.

Demam Berdarah Dengue (DBD)

  • Demam 3 – 7 hari dengan gejala mirip Demam Dengue.
  • Pembesaran hepar (hati).
  • Perdarahan seperti mimisan ataupun gusi berdarah, bercak perdarahan pada kulit
  • Trombosit kurang dari 100.000/mm3

Sindrom Syok Dengue (SSD)

  • Seperti DBD tetapi disertai syok atau renjatan.
  • Pada kasus ringan terdapat tanda-tanda kekurangan cairan.

Hal yang Harus Dilakukan

Penatalaksanaan:

  • Istirahat dan tidur yang cukup.
  • Makan makanan lunak.
  • Minum air 2,5 liter/hari

Terapi:

  • Bila demam diberi Paracetamol.
  • Jangan diberi Aspirin.
  • Infus bila diperlukan

-EH-

Tinggalkan komentar