Mie Instan Aman untuk Dikonsumsi?

Banyak mitos yang mengatakan bahwa mie instan tidak layak dikonsumsi. Sebenarnya informasi ini perlu diluruskan karena sebelum dilempar ke pasar, mie instan telah melalui beberapa tahap pengujian.

Dimulai pada tahap pengawetan.

Mie instan diawetkan melalui proses deep frying yaitu mie dikeringkan dari air dan minyak supaya tahan lama kemudian ditambahkan Nipagin, yang fungsinya sebagai bahan anti jamur. Tentunya dosis Nipagin sudah diukur sedemikian rupa sehingga tidak membahayakan untuk dikonsumsi manusia.

Biasanya ada pertanyaan, apakah mie instan mengandung lilin?

Jawabannya tidak.

Apabila mie instan sewaktu dimasak sama sekali tidak lengket, itu bukan karena lilin. Saat proses pengeringan atau deep frying, minyak yang ada ikut mengering. Jadi pada saat dimasak minyak menjadi cair sehingga membuat mie tidak lengket.

Apakah perlu mengganti air rebusan, sebelum mie disajikan?

Tidak perlu.

Mie instan sudah melalui proses fortifikasi atau penambahan zat-zat gizi pada makanan. Saat mie direbus, semua zat-zat tersebut seperti zat besi, vitamin-vitamin, karaten dan lain-lain akan larut di air rebusan. Jadi sayang kalau airnya diganti dengan yang baru.

Pertanyaan selanjutnya, apakah mie instan bisa menyebabkan kanker?

Yang pasti salah satu penyebab kanker adalah zat Karsinogen.

Dalam mie instan tidak ada zat Karsinogen sama sekali. Kalau ada pasti sudah ditarik oleh BPOM.

Untuk penggemar mie instan, sebaiknya tambahkan mie yang anda makan dengan sayuran, telor, daging atau protein lainnya. Dan ingat supaya tidak mengalami obesitas, sebaiknya jangan mengkonsumsi mie dengan nasi. Mie sendiri sudah mengandung 400 kalori, sedangkan nasi mengandung 800 kalori. Kebutuhan kita satu hari rata-rata hanya 1.700 kalori.

Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi kalau sekali makan mie dan nasi sudah 1.200 kalori. Pasti akan terjadi kegemukan, dan jangan salahkan mie instannya kalau hal itu terjadi.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Mitos Mie Instan Berbahaya Bagi Manusia, ikuti apa kata Doc Don di video berikut ini.

-EH-

Tinggalkan komentar